Angklung Indonesia

Saung Angklung Mang Udjo

1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik.

Samu adalah kepanjangan dari Saung Mang Udjo. Saung  yang terletak di Jl. Padasuka 118, Bandung  ini didirikan sejak 1966 oleh Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiyati sebagai sanggar seni , tempat pertunjukan, tempat pendidikan budaya sekaligus sebagai objek wisata andalan Jawa Barat. Sesuai amanat Daeng Soetikna untuk memperkenalkan angklung ke seluruh dunia maka angklung merupakan produk budaya yang dikembangkan oleh saung ini.

Saung ini dibuka untuk pengunjung mulai dari jam 15.30 hingga 17.30 wib, dengan tiket masuk sebesar Rp 50.000,-. Setelah membayar tiket, kita akan mendapat brosur/katalog yang menjelaskan pertunjukan yang akan kita saksikan, seuntai kalung dengan liontin angklung, dan sebotol soft drink.

Sore itu, saat kami bertiga masuk, pertunjukan sudah setengah dimulai. Saat itu, wayang golek sedang dipertunjukkan. Pertunjukan ini merupakan sajian pembuka. Di tengah pertunjukan, selubung meja di depan dalang pun dibuka untuk menjelaskan bagaimanakah caranya dalang memainkan wayangnya. Wayang ini pun dimainkan dengan iringan angklung dan beberapa alat tambahan seperti kendang, dst.

Setelah itu, mc, seorang anak muda yang menggunakan celana batik dan selendang batik memperkenalkan pertunjukan berikutnya yang disebut Arumba, alunan serumpun bambu. Arumba ini digunakan sebagai helaran untuk mengiringi acara semacam khitanan (sisingaan) dan tarian kuda (kalo di Jawa disebut jathilan). MC tersebut membawakan acara dengan bahasa Inggris, mengingat tampak beberapa wisatawan asing yang hadir di sore itu. Di tangan wisatawan asing tersebut, tampak tergenggam katalog dalam bahasa Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa saung ini dikelola cukup profesional sebagai objek wisata.

Helaran disajikan untuk mengiringi pertunjukan sisingaan, yaitu pertunjukan di mana anak yang khitan dinaikkan dalam patung singa untuk kemudian diarak keliling kampung. Pertunjukan ini dikuti banyak anak dan remaja. Mereka menari dan berkeliling panggung dengan iringan angklung yang bernada gembira.

Sisingaan dengan iringan helaran

Sisingaan dengan iringan helaran

Tampak banyak anak kecil yang diikutsertakan dalam pertunjukan ini. Sesuai dengan umurnya, maka mereka  pun bergerak seenaknya, di luar pakem  saat latihan. Khas anak-anak memang dan ini justru menarik simpati dari pengunjung. Ada kalanya mereka justru maju saat teman yang lain mundur, ada kalanya mereka dengan santainya menarik dan melorotkan  rok batiknya, ada kalanya mereka bahkan berantem dengan sesamanya. Khas anak-anak. Meski demikian, hal ini tidak merusak pertunjukan justru malah mengesankan kealamiannya. Tak jarang kan kita temui dalam berbagai pertunjukan, anak-anak harus berlaku dewasa, harus menampilkan kesempurnaan dalam penampilannya. Namun hal ini tak tercermin dalam pertunjukan sore itu. Anak -anak tetap menampilkan mereka dalam diri sesungguhnya, sesuai usianya.

Setelah sesi helaran tersebut, disusul dengan pertunjukan tari topeng. Tari topeng adalah tari khas Cirebon. Tari ini dibawakan oleh dua remaja, yang kebetulan adalah kembar. Satu yang unik dari tarian ini adalah topeng tidak dilekatkan dengan tali namun digigit dengan mulut. Hampir sama dengan reog Ponorogo.

Berikutnya adalah tari Jaipong dengan iringan angklung. Jaipongan adalah tarian khas Sunda. Selama ini jaipong yang kita tahu adalah jaipong  dengan iringan gamelan. Namun di SAMU,  jaipongan ini bisa juga diiringi angklung. Tari ini dibawakan oleh 3 remaja putri.

Belajar angklung dari Mr.Udjo Jr. Gambar dok.pribadi

Belajar angklung dari Mr.Udjo Jr. Gambar dok.pribadi

Setelah pertunjukan tersebut, tibalah saat belajar angklung bersama, dengan instruktur sang pemilik saung, yaitu Mang Udjo jr. Muncullah beberapa anak membawa angklung untuk dibagikan kepada para penonton. Masing-masing angklung bernada berbeda, dari do hingga do tinggi. dengan demikian, penonton terbagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan tangga nada. Kebetulan aku dan ketiga temanku mendapat angklung bernada la. Tidak beruntung, karena dalam berbagai komposisi yang dimainkan, tidak banyak nada la. Di awal, Mang Udjo jr memberikan tips bagaimana cara memegang dan menggetarkan angklungnya. Kemudian, dia memberikan kode kepada masing-masing kelompok, kapan angklung nada do harus digerakkan, kapan re harus digetarkan, dan demikian seterusnya. Setelah mencoba beberapa saat, mulailah kami memainkan beberapa komposisi, dengan panduan kode tangan dari Mang Udjo Jr. Maka, mengalunkan lagu burung kakak tua, I have a dream dan seterusnya dari saung itu. Dan sensasi yang menyenangkan bagi kami, para penonton, yang sebagian besar belum pernah memegang angklung apalagi memainkannya. Benar-benar pengalaman yang menyenangkan !

Selanjutnya, sesi terakhir, penutupan diisi dengan menari bersama. Sayangnya, dan sayangnya, penonton yang diajak untuk menari bersama dengan anak-anak tersebut dominan wisatawan asing, sementara yang domestik seperti kami ini dilewatkan.  Hiks, padahal kami sudah siap lho, mengenang kembali masa anak-anak, menari-nari dengan iringan angklung..🙂

Setelah itu, kami pun beranjak ke toko souvenir yang ada di bagian depan saung. Di dalamnya, menjual berbagai macam souvenir, mulai dari kaos, blangkon, kain batik, miniatur wayang golek dan tidak lupa juga angklung !

Setelah puas mengubek-ubek souvenir, kami pun beranjak pulang. Tak lupa pula mengambil foto di luar saung. Menjelang magrib, kami berjalan ke pertigaan Padasuka untuk mencari angkot, meneruskan perjalanan untuk menikmati senja di gedung sate. What a nice visit..

Note: Satu masukan saya untuk pengelola toko souvenir SAMU, bagaimana jika pembungkus plastik untuk souvenirnya diganti dengan kantong kertas. Sekaligus untuk membangun citra green juga kan.. selaras dengan produk budaya yang mereka angkat, angklung, yang juga berasal dari alam🙂

Batik Indonesia

Batik dan Semangat Berbagi Atas Kebanggaan Milik Kita
Andi Boediman
| 20 November 2009 | 13:54
422
3

1 dari 2 Kompasianer menilai Inspiratif.
We don’t need Malaysia as our common enemy, we need our common purpose to appreciate and cultivate our culture for the future!

Tahun ini merupakan kebangkitan dari Batik Indonesia. Munculnya kebanggaan atas warisan bangsa ini dipicu oleh negara tetangga yang beberapa saat lalu melakukan klaim atas budaya Melayu. Munculnya kesadaran atas warisan tidaklah cukup, perlu adanya terobosan agar budaya kita menjadi relevan kembali ke generasi muda yang memahami semangat zaman, dan dari merekalah lahir sesuatu yang baru.

Klaim Malaysia atas beberapa produk budaya Indonesia, memunculkan euphoria. Dan atas batik, Malaysia pun sedang melakukan pemetaan batik melayu untuk turut memperkaya khasanah batik dunia, itu positif.

Problem bangsa ini antara lain masalah kecintaannya terhadap apa yang telah dimiliki, ketika terjadi klaim negeri jiran atas produk budaya menyusul klaim mereka atas wilayah geografis, banyak energi terbuang untuk menciptakan musuh bersama bernama Malaysia yang kemudian diplesetkan sebagai Malingsia.

Menciptakan musuh bersama itu mudah, namun perlu dicatat, kita membutuhkan pihak lain, termasuk Malaysia dan bangsa lain untuk berbagi, misalnya ini lho batik saya. Sehingga batik semakin menemukan kekayaan ciri khas pencapaian seni dan estetika budaya bangsa-bangsa, dan menjadi milik bersama dengan identitas dan ciri khas Indonesia ada didalamnya, yang dunia akan mengetahuinya karena kita mau berbagi dengan mereka.

Terhadap batik, yang pada 2 Oktober 2009 ini dirayakan dalam Batik Day, hari Batik Nasional, bersamaan dengan pengakuan UNESCO atas Batik Indonesia sebagai artefak budaya warisan dunia, harus menjadi momentum kebangkitan batik Indonesia. Dan kita akan membangkitkan kembali dengan kebanggaan, bukan dengan ketakutan-ketakutan atas klaim oleh bangsa lain, toh batik menjadi milik dunia dengan masing-masing bangsa memiliki keunikan, ciri khas masing-masing termasuk Indonesia.

Momentum pengakuan batik Indonesia sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan, mengingatkan pada implementasi atas gerakan Mahatma Gandhi dalam Swadhesi. Gerakan Swadeshi ini diserukan Mahatma Gandhi untuk melawan dominasi eropa yang dengan imperialisme dan kapitalismenya mengancam India hanya menjadi budak dan pasar. Mengambil pelajaran Swadeshi, inilah saatnya menyerukan kembali kecintaan terhadap produk dalam negeri. Membeli dan memakai batik Indonesia, batik lokal, adalah kontribusi bagi bangkitnya industri dan pasar batik dalam negeri yang di era pasar bebas ini harus bersaing dengan batik China dan sebagainya.

Madiba, adalah kebanggaan batik Afrika yang selalu dikenakan Nelson Mandela sebagai kepala Negara dalam setiap aktifitas formil non formil. Batik Indonesia, juga menemani Presiden Soeharto dalam setiap acara menerima tamu Negara dan lawatan luar negeri, bahkan mengirim surat resmi ke Bill Clinton untuk mengenakan batik Indonesia yang ia siapkan untuk konferensi APEC 1994 dan Clinton berkenan memakainya. Sampai begitu tingginya estetika batik, Prada, dilukis dengan tinta emas dan hanya bangsawan yang mampu memakainya.

Tinggal selanjutnya, melakukan berbagai upaya melestarikannya, tak hanya menjaganya memagari agar tak diklaim bangsa lain, tapi juga kreatif mengemasnya, bangga memakainya dan membuka diri terhadap dunia luar dengan komunikasi yang baik, agar tak sekedar terdengar gaungnya di seluruh dunia, tapi juga bernilai tambah ekonomi.

Mengutip statement saya @andisboediman di Twitter, kita perlu membangkitkan kesadaran atas produk budaya leluhur yang adiluhung dengan pondasi semangat kebanggaan dan mau berbagi, bukan atas dasar rasa benci, If we are driven by fear that our culture is stolen, we can only hate, but if we are driven by pride of what we had, we will have more to share!

Sejarah Awal Indonesia

Sejarah awal

Lihat pula: Sejarah Nusantara

Para cendekiawan India telah menulis tentang Dwipantara atau kerajaan Hindu Jawa Dwipa di pulau Jawa dan Sumatra sekitar 200 SM. Bukti fisik awal yang menyebutkan tanggal adalah dari abad ke-5 mengenai dua kerajaan bercorak Hinduisme: Kerajaan Tarumanagara menguasai Jawa Barat dan Kerajaan Kutai di pesisir Sungai Mahakam, Kalimantan. Pada tahun 425 agama Buddha telah mencapai wilayah tersebut.

Di saat Eropa memasuki masa Renaisans, Nusantara telah mempunyai warisan peradaban berusia ribuan tahun dengan dua kerajaan besar yaitu Sriwijaya di Sumatra dan Majapahit di Jawa, ditambah dengan puluhan kerajaan kecil yang sering kali menjadi vazal tetangganya yang lebih kuat atau saling terhubung dalam semacam ikatan perdagangan (seperti di Maluku).

[sunting] Kerajaan Hindu-Buddha

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Nusantara pada era kerajaan Hindu-Buddha

Prasasti Tugu peninggalan Raja Purnawarman dari Taruma

Pada abad ke-4 hingga abad ke-7 di wilayah Jawa Barat terdapat kerajaan bercorak Hindu-Budha yaitu kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16. Pada masa abad ke-7 hingga abad ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dan dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana.

[sunting] Kerajaan Islam

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Nusantara pada era kerajaan Islam

Islam sebagai sebuah pemerintahan hadir di Indonesia sekitar abad ke-12, namun sebenarnya Islam sudah sudah masuk ke Indonesia pada abad 7 Masehi. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani Umayyah di Asia Barat sejak abad 7.[4]

Menurut sumber-sumber Cina menjelang akhir perempatan ketiga abad 7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab muslim di pesisir pantai Sumatera. Islam pun memberikan pengaruh kepada institusi politik yang ada. Hal ini nampak pada Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Bani Umayyah meminta dikirimkan da’i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Surat itu berbunyi: “Dari Raja di Raja yang adalah keturunan seribu raja, yang isterinya juga cucu seribu raja, yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah, yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil, kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Allah. Saya telah mengirimkan kepada anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.” Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama ‘Sribuza Islam’. Sayang, pada tahun 730 M Sriwijaya Jambi ditawan oleh Sriwijaya Palembang yang masih menganut Budha.[5]

Islam terus mengokoh menjadi institusi politik yang mengemban Islam. Misalnya, sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225 H atau 12 November 839 M. Contoh lain adalah Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440. Rajanya seorang Muslim bernama Bayanullah.

Kesultanan Islam kemudian semikin menyebarkan ajaran-ajarannya ke penduduk dan melalui pembauran, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir abad ke-16 di Jawa dan Sumatera. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoritas Hindu. Di kepulauan-kepulauan di timur, rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut.

Penyebaran Islam dilakukan melalui hubungan perdagangan di luar Nusantara; hal ini, karena para penyebar dakwah atau mubaligh merupakan utusan dari pemerintahan Islam yang datang dari luar Indonesia, maka untuk menghidupi diri dan keluarga mereka, para mubaligh ini bekerja melalui cara berdagang, para mubaligh inipun menyebarkan Islam kepada para pedagang dari penduduk asli, hingga para pedagang ini memeluk Islam dan meyebarkan pula ke penduduk lainnya, karena umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kerajaan Islam penting termasuk diantaranya: Ker

Mercedes AMG Cigarette Racing Boat

advertisement Mercedes AMG Cigarette Racing Boat Mercedes AMG Cigarette Racing Boat. Mercedes AMG dan Cigarette (pembuat perahu mengadopsi nama dari kapal tercepat pertama yang digunakan untuk penyelundupan rokok) memiliki kemitraan pemasaran selama hampir 3 tahun. Ketika Cigarette memulai pembangunan sebuah speed boat, mendapatkan inspirasi bentuk model yang ditawarkan oleh AMG. Mercedes AMG Cigarette Racing Boat Mercedes AMG Cigarette Racing Boat Walaupun SLS berada di tahap pengembangan pada waktu itu, Skip Braver para CEO perusahaan Amerika mengatakan bahwa mereka menggunakan sebagai sumber inspirasi dalam mobil super. Setidaknya speed boat dan kinerja yang super sama (masing-masing dimanifestasikan dalam lingkungannya). Speed boat memiliki dua Mercury Racing mesin, mampu mengembangkan 1.350 HP masing-masing, sehingga hasil total 2.700 HP. Mercedes AMG Cigarette Racing Boat “roket” belum diuji, tapi pencipta mengatakan dapat dengan mudah mencapai 113 knot (130 mph), kecepatan yang luar biasa di atas air. Mercedes AMG Cigarette Racing Boat Mercedes AMG Cigarette Racing Boat Bahkan cat perak SLS Mercedes AMG digunakan oleh koresponden nautical. Speed boat dasbor dihiasi similary sebagai mobil super, dengan menggunakan kulit Nappa dan finishings sama seperti yang dari empat roda bolide. Mercedes AMG Cigarette Racing Boat Harga dari Mercedes AMG Cigarette Racing Boat berkisar $ 900.000 dan akan disajikan untuk pertama kalinya di Miami International Boat Show 2010. Speed Boad juga akan tiba di Eropa, kemungkinan besar pada pertunjukan di Genoa Italia.

Laptop Asus UX50V

Laptop Asus UX50V. Ramping dan menawan. Itulah kesan pertama yang akan terlihat dari laptop ASUS UX50V. Tampilannya yang tipis dengan casing licin dan berkilau membuatnya terlihat elegan.

Penampilan tipisnya memang mengecoh, karena rupanya laptop ini tidak cukup ringan jika dibawa bepergian. Kendati demikian, ada beberapa keunggulan yang ditawarkan perangkat ini.
Laptop Asus UX50V
Saat membukanya, layar berukuran 15,6 inchi langsung menyambut penglihatan mata. Ukuran selebar ini membuat mata nyaman untuk melihatnya, terlebihlayar UX50V memiliki kualitas High Definition LED Backlite yang menghasilkan gambar cukup tajam. Jika diperhatikan lebih seksama, layar ini tidak memiliki bingkai. Terdapat kaca tambahan yang menutupi LCD dan seluruh layar laptop sehingga membuatnya terlihat apik.

Dibandingkan dengan laptop sejenis, proses start up terbilang cukup lama lebih dari 1 menit. Namun sebaliknya, proses shut down justru lebih cepat dari perkiraan, hanya butuh waktu sekira 33 detik saja.

UX50V memiliki tiga port USB, dua di sisi belakang laptop dan satu tersembunyi di sisi kiri dekat slot card reader. Selain dua port USB, pada sisi belakang terdapat pula internet port, koneksi ke monitor TV, HDMI dan port power yang diletakkan berderet horizontal.

Untuk keyboard, UX50V menyediakan ruang yang cukup lapang untuk mengetik dengan nyaman. Keleluasaan memainkan jari di keyboard juga masih dapat dirasakan ketika laptop diletakkan di pangkuan. Namun kemungkinan akan kurang nyaman jika berlama-lama meletakkan laptop di pangkuan. Pasalnya jika digunakan lebih dari dua jam, suhu laptop akan mulai menghangat atau bahkan panas.

Urusan suara, tak perlu diragukan lagi. Speaker Altec Lansing dengan tata suara yang mendukung SRS Premium Sound menghasilkan suara mengagumkan. Letak speaker memanjang terdapat di sisi bawah bagian depan. Speaker ini terbilang andal dan cukup bandel. Bahkan saat tingkat volume dalam keadaan full, suara yang dihasilkan tetap stabil dan tidak pecah.

Dari sisi grafis, keberadaan NVIDIA GeForce G105M nampaknya cukup memanjakan mata. Hal ini menjadi nilai tambah saat laptop digunakan untuk memainkan berbagai jenis game 3D yang cukup ‘berat’ dan membuka aplikasi desain grafis.

Daya tahan baterai yang diklaim dapat bertahan selama tujuh jam, nampaknya tak sepenuhnya benar. Apabila digunakan untuk berbagai keperluan, baterai Lithium Polymer 4 cell ini hanya bertahan sekira 5 jam. Namun jika dinyalakan tanpa digunakan, laptop akan bertahan lebih dari tujuh jam.

Hampir semua fitur mutakhir seperti Bluetooth dan Wireless 802.11 b/g/draft-n, dan webcam hadir untuk menyempurnakan keunggulan laptop ini.

Pada tubuh bongsornya, tertanam kamera webcam mungil 1,3 megapixel. Kamera ini dapat menghasilkan gambar yang cukup bagus apabila digunakan di ruangan yang cukup terang. Laptop ini pun menawarkan dukungan wireless 802.11 b/g/draft-n yang cukup mumpuni untuk mengenjot kinerja jaringan wireless.Ramping dan menawan. Itulah kesan pertama yang akan terlihat dari laptop ASUS UX50V. Tampilannya yang tipis dengan casing licin dan berkilau membuatnya terlihat elegan.

Penampilan tipisnya memang mengecoh, karena rupanya laptop ini tidak cukup ringan jika dibawa bepergian. Kendati demikian, ada beberapa keunggulan yang ditawarkan perangkat ini.

Saat membukanya, layar berukuran 15,6 inchi langsung menyambut penglihatan mata. Ukuran selebar ini membuat mata nyaman untuk melihatnya, terlebihlayar UX50V memiliki kualitas High Definition LED Backlite yang menghasilkan gambar cukup tajam. Jika diperhatikan lebih seksama, layar ini tidak memiliki bingkai. Terdapat kaca tambahan yang menutupi LCD dan seluruh layar laptop sehingga membuatnya terlihat apik.

Dibandingkan dengan laptop sejenis, proses start up terbilang cukup lama lebih dari 1 menit. Namun sebaliknya, proses shut down justru lebih cepat dari perkiraan, hanya butuh waktu sekira 33 detik saja.

UX50V memiliki tiga port USB, dua di sisi belakang laptop dan satu tersembunyi di sisi kiri dekat slot card reader. Selain dua port USB, pada sisi belakang terdapat pula (colokan bwt internet), koneksi ke monitor TV, HDMI dan (colokan power) yang diletakkan berderet horizontal.

Untuk keyboard, UX50V menyediakan ruang yang cukup lapang untuk mengetik dengan nyaman. Keleluasaan memainkan jari di keyboard juga masih dapat dirasakan ketika laptop diletakkan di pangkuan. Namun kemungkinan akan kurang nyaman jika berlama-lama meletakkan laptop di pangkuan. Pasalnya jika digunakan lebih dari dua jam, suhu laptop akan mulai menghangat atau bahkan panas.

Urusan suara, tak perlu diragukan lagi. Speaker Altec Lansing dengan tata suara yang mendukung SRS Premium Sound menghasilkan suara mengagumkan. Letak speaker memanjang terdapat di sisi bawah bagian depan. Speaker ini terbilang handal dan cukup bandel. Bahkan saat tingkat volume dalam keadaan full, suara yang dihasilkan tetap stabil dan tidak pecah.

Dari sisi grafis, keberadaan NVIDIA GeForce G105M nampaknya cukup memanjakan mata. Hal ini menjadi nilai tambah saat laptop digunakan untuk memainkan berbagai jenis game 3D yang cukup ‘berat’dan membuka aplikasi desain grafis.

Daya tahan baterai yang diklaim dapat bertahan selama tujuh jam, nampaknya tak sepenuhnya benar. Apabila digunakan untuk berbagai keperluan, baterai Lithium Polymer 4 cell ini hanya bertahan sekira 5 jam. Namun jika dinyalakan tanpa digunakan, laptop akan bertahan lebih dari tujuh jam.

Hampir semua fitur mutakhir seperti Bluetooth dan Wireless 802.11 b/g/draft-n, dan webcam hadir untuk menyempurnakan keunggulan laptop ini.

Pada tubuh bongsornya “Laptop Asus UX50V”, tertanam kamera webcam mungil 1,3 megapixel. Kamera ini dapat menghasilkan gambar yang cukup bagus apabila digunakan di ruangan yang cukup terang. Laptop ini pun menawarkan dukungan wireless 802.11 b/g/draft-n yang cukup mumpuni untuk mengenjot kinerja jaringan wireless. (rah – okezone)

Renang sehat dan menyenangkan


Posted on Mei 6, 2009 by dhanie-K

(update 25 november 2009 )

Jenuh mengerjakan Tugas?
sumpek ato suntuk dengan Tugas Akhir /  Thesis / Desertasi?
penat dari ritual pekerjaan sehari-hari?

coba refreshing sejenak dengan berolah-raga..  bisa lari-lari ( jogging),  sepak-bola, badminton, basket, renang, tenis, beladiri, bahkan sampai golf ( kalo yang ini mah bukan olah-raga :D )

Al-Himah swimming-poolAl-Himah swimming-pool

kebetulan,, setelah dari sejak lama kemarin kepengen buanget renang tapi nggak sempat-sempat, akhirnya alhamdulillah tadi bisa juga kesampaian. ^_^

Ada banyak tempat renang di surabaya, tapi kalo diklasifikasikan,, bisa dibagi jadi 2 jenis. apa aja sih itu..?

  • kolam renang yang campur antara cowok-cewek
  • kolam renang yang dipisah waktu / ruang antara cowok-cewek

untuk jenis yang pertama, campur-antara cowok cewek, di surabaya ada banyak… mulai dari Atlas Sports-Club, Manyar, Marina, Kodikal, Kampus Unesa-Lidah, sampai WaterBoom Ciputra bisa menjadi pilihan. :)

Nah, bagaimana dengan yang nggak ingin bercampur antara cowok-cewek? hal ini tentu jadi tantangan,, khususnya untuk cewek yang telah menutup auratnya rapat-rapat ( Baca: berkerudung / jilbab, dll ). Untuk itulah mulai beberapa tahun terakhir ini,, mulai bermunculan tempat renang yang didesain agar terpisah antara cowok-cewek.

Setahu saya, ada 2 di surabaya ini,, wallahu`alam kalo ada yang lain,, :D Yang 1 ada di daerah jemur-handayani, dan satu lagi di Al-Hikmah Sport Center. nah yang terakhir disebut ini,, kebetulan dekat dengan rumah saya,, 10 menit jalan kaki,, atau 5 menit kalau naik motor, hehe.

Gedung ASC (Al-Hikmah Sport Center) terletak di  dalam kompleks sekolah SMP-SMA Al-Hikmah. Alamatnya di Jalan Kebon Sari Elveka.  Kalo dari Jl.Ahmad Yani, tinggal lewat Jalan Injoko saja (sebelum bundaran Dolog), lurus aj sekitar 1 km-an. Kalo temen-temen dari arah Sepanjang, bisa lewat Jembatan Layang yang nyambung ke Jalan Injoko. Sedangkan kalo dari arah Gunung-Sari /Kebraon / Karah / Ketintang, bisa lewat Pintu belakangnya Al-hikmah, dekat dengan rel kereta / Warung Ikan Wader di Ketintang Permai.. ( loh, kok jadi ngomongin makanan? :D )

Di ASC ini tidak hanya kolam renang saja, tapi juga ada badminton-court. keduanya indoor. Kolam Renang di lantai 1, dan badminton-court di lantai 2..

Sistem yang diterapkan di tempat renang ini, berkonsep islami. sedikit berbeda bila dibanding tempat renang pada umumnya. Apa kelebihan tempat renang berkonsep islami ini dibanding dengan yang lain?

  • terpisah sepenuhnya antara cowok-dan-cewek
  • suasanan yang cozy, nyaman, mewah
  • indoor, jadi nggak perlu kuatir gosong terkena sengatan matahari :D
  • Ada mushola, cafe, dan ruang kesehatan ( jadi, buat yang putri,setelah renang kan bisa sholat dhuha sekalian :) )

Pagi Cerah, Ayo Lari Pagi Biar Badan Sehat

JAKARTA – Sabtu telah tiba, sebagian warga DKI dan sekitarnya yang hari ini libur, tentunya sayang kalau melewati akhir pekan ini dengan hanya berlindung dibalik selimut. Hayo ingat, mungkin sepekan ini anda hanya duduk-duduk di kantor dan kurang olahraga. Makanya, Nikmatilah suasana libur hari ini dengan berolah raga seperti jogging atau jalan santai di seputaran tempat tinggal anda. Kalau perlu ke Senayan atau Monas pasti lebih seru. Pagi ini sepertinya enggak bakal hujan kok.

Pada siang hari baru harus anda waspadai. Sebab Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sabtu (19/1/2008) meramal hujan bakal terjadi di Jakarta Timur, Bogor dan Depok.

Dan malam Minggu nanti, pasti lebih asyik kalau cuaca cerah. Kabar gembira dari BMG, untuk yang tinggal atau yang mau beraktivitas di Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan, karena tidak akan terganggu hujan.

Tapi bagi yang tinggal di Jakarta Timur, dan Jakarta Barat, ramalan memperingatkan anda untuk sedia payung, dan jas hujan jika memang ingin beraktivitas di luar rumah.  Atau jika anda akan berlibur ke luar kota, sebaiknya jangan sisakan jemuran di luar rumah, malam Minggu nanti.

Guyuran hujan juga menurut ramalan cuaca akan terjadi di  Bogor dan Depok di siang dan malam hari. Sementara bekasi hanya akan mengalami hujan pada Malam hari. Semua ini hanya ramalan, jadi nikmatilah hari ini apa adanya. Selamat berakhir pekan.

Bencana Situ Gintung

situ-gintungHampir sepekan sudah, musibah jebolnya tanggul Situ Gintung Tangerang berlalu. Musibah yang diebut media sebagai “tsunami kecil”. Lebih dari seratus jiwa menemui ajalnya dalam peristiwa ini. Mereka hanyut, tenggelam terbawa arus. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Belum lagi usai pemberitaan dari situ gintung, musibah berupa banjir bandang melanda Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat. Kerugian harta benda, hilangnya rumah warga dan kehilangan anggota keluarga menjadikan peristiwa tersebut sebagai peristiwa yang memilukan. Bagaimana tidak, musibah ini musibah yang kesekian kalinya, silih berganti menimpa bangsa ini. Musibah seakan sudah bukan menjadi hal yang aneh lagi bagi bangsa Indonesia yang kebetulan terletak di daerah tropis. Daerah yang sering dikatakan sebagai daerah rawan bencana.

Bencana alam adalah salah satu dari berbagai jenis musibah yang menimpa umat manusia. Bencana alam, baik yang berupa gempa, banjir, badai dan lainnya telah Allah ta’ala ciptakan sebagai cobaan atau adzab bagi umat manusia. Bencana banjir, gempa hebat dan lainnya tetap muncul sebagai rentetan peristiwa hidup dalam sejarah kaum Muslimin.

Kita sebagai kaum yang beriman, melihat musibah tersebut sebagai suatu Cobaan. Sebagian meyebutnya dengan “bala” yang berasal dari kata “ibtalaa” yang bermakna menguji atau mencoba. Bala atau cobaan adalah sejenis ujian yang diberikan oleh Allah ta’ala kepada Hamba-Nya untuk menguji tingkat keimanan mereka. Wujudnya bisa berupa kesusahan ataupun kesenangan. Bisa berupa petaka atau karunia.

Sebuah pepatah arab juga menyebutkan :

“bil balaa i yukramul mar u aw yuhaa nu”
Hanya dengan ujian, seorang akan diberi predikat sebagai orang yang mulia atau orang yang hina.

Seorang muslim dengan imannya boleh diibaratkan seperti sebongkah emas murni. Ia mampu menempatkan dirinya dengan nyaman jika suatu ketika harus berhadapan dengan aneka cobaan yang bagaimanapun wujudnya. Keimanan seorang mukmin membuat dera musibah dan hantaman bencana tak ubahnya elusan di pipi datau sapaan manja seorang anak kecil.

Dengan modal syukur dan tabah, cobaan terlihat indah di matanya. Cobaan dipandang sebagai sebuah pengalaman. Tahu artinya pahit, mengerti artinya manis, merasakan pahit getir dan asam garam kehidupan, menjadi jaminan bahwa seorang mukmin telah lulus ujian.

Sabagai kaum muslimin, kita tidak bisa menutup mata. Selain sebagai cobaan musibah yang terjadi bisa juga Allah ‘azza wa jalla turunkan sebagai azab di dunia. Kadang, terasa sulit bagi kita menarik benang merah untuk membedakan antara cobaan dan adzab. Keduanya berbeda secara nyata, namun secara sederhana dapat dikatakan : Ketika seseorang bersenang-senang, ia berada dalam ujian dan cobaan. Ketika bencana datang menerpa, ia sebenarnya juga sedang mendapatkan cobaan. Namun, jika seseorang bersenang-senang, berfoya-foya, tanpa pernah menyadari ia sedang duji Allah azza wa jalla, malah dengan nekad menabrak aturan-aturan Allah ta’ala, tidak mempedulikan hal-hal yang haram. Lalu, bencanapun datang. Tak ragu lagi, kalau bencana itu adzab baginya. Adzab diberikan ketika manusia telah tenggelam dalam buaian dunia, hidup hanya untuk bersenang-senang, melumuri hidup dengan kemaksiatan bahkan kekafiran.

Sebagaimana firman Allah ta’ala yang artinya :
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka gembira dengan apa yng telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am : 44 )

Musibah yang kerap melanda ini adalah sebuah ketetapan-ketetapan Allah azza wa jalla yang harus diterima dengan kesabaran. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya : “Allah azza wa jalla kagum terhadap perkara kaum Muslimin. Sesungguhnya seluruh perkara mereka adalah baik. Jika mendapat nikmat maka dia bersyukur, sehingga itu baik baginya. Jika ditimpa musibah, maka dia bersabar, sehingga itu menjadi baik baginya.”

Selanjutnya, selayaknya kita sebagai seorang muslim untuk memohon ampunan atas segala dosa dan bersungguh-sungguh memohon supaya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan musibah-musibah yang menimpa bangsa ini. Wallahu a’lam

Ayam Betutu – Masakan Khas Bali


Setiap daerah memiliki tradisi dan budaya yang berbeda dari daerah lainnya. Demikian pula halnya Bali. Bali yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata utama para wisatawan dalam negeri maupun manca negara, memiliki banyak sekali keunikan.  Budayanya yang adi luhung telah menarik berbagai bangsa dari bermacam belahan dunia untuk datang mengunjunginya.

ayam_betutu

Ayam BeTutu adalah salah satu keunikan diantara berbagai keunikan yang dimilik Bali, Apakah Ayam Betutu itu…? Adalah merupakan makanan/masakan khas dari Pulau Dewata.

Bagaimana cara membuatnya…?

Bahan:

  • 1 ekor ( 1½ kg ) ayam besar
  • 100 gr daun singkong muda, rebus hingga lunak, peras, potong-potong
  • 5 sdm minyak, untuk menumis
  • daun pisang/aluminium foil, untuk pembungkus

Bumbu yang dihaluskan:

  • 7 buah cabai merah dan 5 rawit
  • 5 buah kemiri, disangrai
  • 10 buah bawang merah
  • 1 sdt terasi
  • 5 buah bawang putih
  • 1 sdm ketumbar, disangrai
  • 1½ sdm serai, diiris halus
  • 2 sdt merica bulat
  • 1 sdm lengkuas dicincang
  • ½ sdt pala bubuk
  • 2 sdt kunyit dicincang
  • 4 lembar daun jeruk purut
  • 2 sdt jahe dicincang
  • 2 sdt kencur dicincang
  • garam dan gula menurut selera

Cara Membuat:

  • Tumis bumbu halus sampai harum dan kering.  Angkat dan dinginkan.  Bagi menjadi dua bagian.
  • Campur satu bagian bumbu dengan daun singkong.  Masukkan dalam rongga badan ayam, semat lubangnya dengan tusuk gigi.   Lumuri sisa bumbu pada permukaan ayam dan di bawah kulit.
  • Bungkus dengan beberapa lapis daun pisang, ikat erat dengan tali.  Panggang dalam oven dengan panas 180°C, selama 2-3 jam sampai matang.
  • Angkat, potong-potong dan hidangkan.

Catatan: sebelum dipanggang, bisa juga dikukus lebih dulu ± 45 menit, kemudian dipanggang selama 1 jam.

Betutu adalah masakan kebanggaan masyarakat Bali.  Biasanya dibuat dari bebek yang dibungkus daun pisang, lalu dibungkus lagi dengan pelepah pinang sehingga rapat.  Bebek ditanam dalam lubang di tanah dan ditutup dengan bara api selama 6-7 jam sampai matang.

Ayam Betutu – Masakan Khas Bali


Setiap daerah memiliki tradisi dan budaya yang berbeda dari daerah lainnya. Demikian pula halnya Bali. Bali yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata utama para wisatawan dalam negeri maupun manca negara, memiliki banyak sekali keunikan.  Budayanya yang adi luhung telah menarik berbagai bangsa dari bermacam belahan dunia untuk datang mengunjunginya.

ayam_betutu

Ayam BeTutu adalah salah satu keunikan diantara berbagai keunikan yang dimilik Bali, Apakah Ayam Betutu itu…? Adalah merupakan makanan/masakan khas dari Pulau Dewata.

Bagaimana cara membuatnya…?

Bahan:

  • 1 ekor ( 1½ kg ) ayam besar
  • 100 gr daun singkong muda, rebus hingga lunak, peras, potong-potong
  • 5 sdm minyak, untuk menumis
  • daun pisang/aluminium foil, untuk pembungkus

Bumbu yang dihaluskan:

  • 7 buah cabai merah dan 5 rawit
  • 5 buah kemiri, disangrai
  • 10 buah bawang merah
  • 1 sdt terasi
  • 5 buah bawang putih
  • 1 sdm ketumbar, disangrai
  • 1½ sdm serai, diiris halus
  • 2 sdt merica bulat
  • 1 sdm lengkuas dicincang
  • ½ sdt pala bubuk
  • 2 sdt kunyit dicincang
  • 4 lembar daun jeruk purut
  • 2 sdt jahe dicincang
  • 2 sdt kencur dicincang
  • garam dan gula menurut selera

Cara Membuat:

  • Tumis bumbu halus sampai harum dan kering.  Angkat dan dinginkan.  Bagi menjadi dua bagian.
  • Campur satu bagian bumbu dengan daun singkong.  Masukkan dalam rongga badan ayam, semat lubangnya dengan tusuk gigi.   Lumuri sisa bumbu pada permukaan ayam dan di bawah kulit.
  • Bungkus dengan beberapa lapis daun pisang, ikat erat dengan tali.  Panggang dalam oven dengan panas 180°C, selama 2-3 jam sampai matang.
  • Angkat, potong-potong dan hidangkan.

Catatan: sebelum dipanggang, bisa juga dikukus lebih dulu ± 45 menit, kemudian dipanggang selama 1 jam.

Betutu adalah masakan kebanggaan masyarakat Bali.  Biasanya dibuat dari bebek yang dibungkus daun pisang, lalu dibungkus lagi dengan pelepah pinang sehingga rapat.  Bebek ditanam dalam lubang di tanah dan ditutup dengan bara api selama 6-7 jam sampai matang.

« Older entries